
A promise of God
Aku Akan Memberimu Istirahat
Dalam Matius 11, setelah menegur kota-kota yang tidak percaya, Yesus berbalik dan mengeluarkan undangan terbuka. Semua yang bekerja keras dan terbebani dipanggil untuk datang kepada-Nya, dan Dia berjanji akan memberi mereka istirahat. Dia kemudian menawarkan kuk-Nya, lembut dan rendah hati, menjanjikan istirahat bagi jiwa. Mereka yang lelah adalah audiensnya.
“Come unto me, all ye that labour and are heavy laden, and I will give you rest.”Matthew 11:28
What the promise is
Pekerjaan dan beban yang dimaksud terutama adalah beratnya usaha yang menghancurkan jiwa untuk berusaha benar dengan Tuhan melalui prestasi, diperburuk oleh tuntutan agama yang berat pada masa itu. Yesus tidak hanya merekomendasikan istirahat; Dia memberikannya, dan Dia memberikan diri-Nya. Istirahat itu bukanlah ketidakaktifan tetapi kuk baru, kuk-Nya, yang mudah dan ringan dibandingkan dengan beban pembenaran diri. Belajar dari-Nya, yang lembut dan rendah hati, hati yang berjuang menemukan kedamaian. Ini adalah istirahat bagi jiwa, ketenangan batin di hadapan Tuhan, bukan berarti bebas dari semua kerja keras di luar. Undangan ini bersifat universal dalam lingkupnya, datanglah, kalian semua, dan bersifat pribadi dalam pemenuhannya, Aku akan memberimu. Ini menjawab kelelahan terdalam, keletihan karena tidak pernah cukup, dengan hadiah gratis untuk menjadi milik seorang Tuan yang lembut.
How to hold it honestly
Ini bukan janji kehidupan yang mudah dan tanpa usaha atau kebebasan dari kerja keras; Yesus menawarkan kuk, yang tetap merupakan pekerjaan, hanya saja dibawa dengan benar bersama-Nya. Ini juga bukan teknik untuk mengurangi stres yang terpisah dari-Nya; istirahat ditemukan dalam datang kepada Seseorang, bukan dalam metode. Jika dibaca salah, ini dapat mempermalukan mereka yang masih lelah dengan berpikir kelelahan mereka membuktikan ketidakpercayaan. Dibaca dengan jujur, istirahat ini terutama untuk jiwa, akhir dari usaha untuk mendapatkan kasih karunia Tuhan, dan dapat berdampingan dengan kelelahan fisik dan beban yang terus ada. Jangan janjikan kepada siapa pun bahwa mengikuti Yesus menghilangkan semua kelelahan. Penghiburan yang sebenarnya adalah bahwa Dia memikul beban bersamamu dan menenangkan hati nurani.
How it is Yes and Amen in Christ
Janji ini tidak biasa karena Yesus tidak menunjuk kepada hadiah di samping diri-Nya tetapi kepada diri-Nya sebagai hadiah: datanglah kepada-Ku. Istirahat Sabat, istirahat yang dijanjikan kepada umat Tuhan, berhenti dari pekerjaan yang tidak pernah bisa membenarkan, semua menemukan realitasnya dalam diri-Nya. Dia memikul seluruh beban hukum dan kutukannya, sehingga kuk yang Dia berikan kepada kita benar-benar ringan. Lembut dan rendah hati, Dia adalah jenis Tuhan yang dapat didekati oleh yang tertekan tanpa rasa takut. Pekerjaan-Nya yang sudah selesai adalah alasan mengapa undangan ini bisa begitu tanpa syarat: bukan lakukan lebih banyak, tetapi datanglah. Dalam diri-Nya, setiap janji istirahat adalah ya, dan yang kelelahan menemukan, dalam menjadi milik-Nya, kedamaian yang tenang yang jiwa mereka diciptakan untuknya.
Questions people ask
Istirahat jenis apa yang Yesus janjikan dalam Matius 11:28?
Terutama istirahat bagi jiwa, kebebasan dari usaha melelahkan untuk mendapatkan persetujuan Tuhan. Ini bukan jaminan kehidupan yang mudah atau akhir dari semua pekerjaan; Yesus menawarkan kuk, yang tetap melibatkan pekerjaan nyata. Istirahat itu adalah ketenangan batin di hadapan Tuhan, ditemukan dengan datang kepada-Nya secara pribadi dan belajar kelemahlembutan-Nya, bukan dengan menguasai teknik apa pun.
Mengapa aku masih merasa lelah jika Yesus menjanjikan istirahat?
Istirahat jiwa dapat berdampingan dengan kelelahan fisik dan situasional. Yesus menawarkan kuk untuk dipikul bersama-Nya, bukan penghapusan semua beban atau akhir dari setiap kesulitan. Istirahat yang dalam yang Dia berikan menenangkan hati nurani dan mengakhiri usaha untuk menjadi cukup, bahkan sementara pekerjaan sehari-hari terus berlanjut. Teruslah datang kepada-Nya untuk itu, bukan kepada metode atau suasana hati.