Sebelum Abraham Ada, Akulah AKU ADA: What Jesus Means, and the I AM Behind It. Storm clouds clearing over still water as sunlight breaks through.

An I AM saying of Jesus

Sebelum Abraham Ada, Akulah AKU ADA

John 8:58

Dalam sebuah pertukaran tajam di bait suci, Yesus memberitahu kerumunan bahwa Abraham telah bersukacita melihat hari-Nya. Mereka mengejek bahwa Dia belum genap lima puluh tahun, jadi bagaimana Dia bisa melihat Abraham. Jawaban-Nya mematahkan setiap harapan. Dia tidak mengatakan sebelum Abraham ada, Aku ada. Dia berkata sebelum Abraham ada, Akulah AKU ADA, dan pendengar-Nya segera meraih batu.

“Jesus said unto them, Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I am.”John 8:58

What Jesus means by it

Keanehan tata bahasanya adalah intinya. Yesus tidak hanya mengklaim lebih tua dari Abraham. Dia beralih ke masa kini yang abadi, Akulah AKU ADA, menempatkan diri-Nya di luar aliran kelahiran dan kematian yang mengukur setiap makhluk. Klaim ini bukan hanya tentang ada sebelum Abraham tetapi tentang menjadi dari tatanan yang sama sekali berbeda, abadi, tidak diciptakan, ada dengan sendirinya. Inilah sebabnya kerumunan tidak berdebat tentang kronologi. Mereka memahami Dia mengambil nama ilahi untuk diri-Nya, dan bagi telinga mereka itu adalah penistaan yang layak dihukum mati. Segala sesuatu yang Dia katakan tentang diri-Nya, roti, cahaya, pintu, gembala, hidup, berkumpul di sini ke dalam akarnya. Dia adalah semua ini karena siapa Dia di tingkat terdalam, AKU ADA yang abadi berdiri di antara mereka dalam daging yang dapat mereka sentuh.

The great I AM behind it

Ketika Musa bertanya kepada Tuhan nama-Nya di semak yang menyala, Tuhan menjawab AKU ADA YANG AKU ADA, dan berkata kepada Musa untuk mengatakan AKU ADA telah mengutusmu. Nama itu, Tuhan yang hanya ada, tidak terikat oleh waktu dan tidak bergantung pada apa pun, adalah kata yang paling suci yang dikenal Israel. Mengucapkannya dengan ringan adalah hal yang tidak terpikirkan, dan mengklaimnya untuk diri sendiri adalah mengklaim untuk menjadi Tuhan itu. Yesus mengambil nama ini tepat di pelataran bait suci. Pendengar-Nya tidak melewatkannya. Mereka sepenuhnya memahami klaim itu, itulah sebabnya mereka segera mengambil batu untuk membunuh-Nya, hukuman yang ditetapkan hukum mereka bagi seorang pria yang mengklaim dirinya sebagai Tuhan. Reaksi mereka adalah kesaksian jujur tentang apa yang Dia katakan.

How to receive him

Menerima Yesus di sini adalah menghadapi siapa Dia mengklaim untuk menjadi dan menyembah daripada meraih batu. Banyak yang melunakkan pernyataan ini menjadi sekadar kebijaksanaan, tetapi pendengar-Nya tidak memberikan pelarian seperti itu, dan kita juga tidak seharusnya. Dia mengklaim nama Tuhan. Itu meninggalkan dua respons yang jujur: menolak Dia sebagai seorang penista, seperti yang dilakukan kerumunan, atau sujud di hadapan-Nya sebagai AKU ADA yang abadi. Tidak ada jalan tengah yang lembut di mana Dia hanya seorang guru yang baik, karena seorang guru yang baik tidak mengambil nama ilahi. Bawalah Dia beban klaim itu. Jika itu benar, maka roti dan cahaya serta gembala dan hidup yang Dia tawarkan adalah hadiah dari Tuhan sendiri, dan satu-satunya jawaban yang pantas adalah mempercayai-Nya dan memberikan penyembahan yang layak bagi nama-Nya.

Who is Jesus? · Begin with Jesus

Yesus tidak memberikan pendengar-Nya jalan tengah yang mudah, dan Dia tidak meninggalkan Anda jalan tengah. Dia mengklaim nama Tuhan, dan mereka memahaminya. Apakah Anda akan meraih batu, atau sujud dalam penyembahan? Bawalah Dia beban penuh siapa Dia katakan Dia, dan jawab dengan jujur.
Go deeperThe name I AM at the burning bush

Questions people ask

Apa yang Yesus maksud dengan sebelum Abraham ada, Akulah AKU ADA

Dia tidak hanya mengklaim lebih tua dari Abraham tetapi mengambil nama ilahi AKU ADA yang Tuhan ungkapkan kepada Musa di semak yang menyala dalam Keluaran. Dengan beralih ke masa kini yang abadi, Dia mengklaim untuk menjadi abadi, tidak diciptakan, dan ada dengan sendirinya, dari tatanan yang sama dengan Tuhan daripada makhluk yang terikat oleh waktu. Pendengar-Nya memahami dengan tepat, itulah sebabnya mereka segera mengambil batu.

Mengapa kerumunan mencoba melempar batu kepada Yesus setelah ini

Karena mereka memahami Dia mengklaim nama dan keberadaan Tuhan, yang dalam hukum mereka adalah penistaan yang dapat dihukum mati. Reaksi mereka menunjukkan bahwa mereka tidak mendengar pernyataan spiritual yang samar atau sekadar kebijaksanaan. Mereka mendengar seorang pria mengambil nama suci AKU ADA untuk diri-Nya, menyamakan diri-Nya dengan Tuhan, dan mereka merespons dengan batu yang ditetapkan hukum mereka.

The other I AM sayingsI Am the Bread of LifeI Am the Light of the WorldI Am the DoorI Am the Good ShepherdI Am the Resurrection and the LifeI Am the Way, the Truth, and the LifeI Am the True Vine All the I AM sayings
More on his words and his self-revelationThe Hard SayingsQuestions Jesus AskedThe Conversations of GodThe Questions People AskedThe Prayers of JesusThe Metaphors of JesusThe Scriptures Jesus QuotedThe Songs of the BibleThe Sounds of the BibleThe Names of JesusThe Warnings of JesusThe One Another Commands
Enter Living Breadprayer, Scripture, a family near you