
The fruit of the Spirit
Damai
Damai lebih dari sekadar ketiadaan konflik. Ini adalah kesatuan dan ketenangan yang menjaga hati tetap stabil ketika segala sesuatu di sekitarnya bergetar. Diperdamaikan dengan Allah melalui Kristus, jiwa berhenti berjuang dan beristirahat dalam kepercayaan. Roh memberikan ketenangan ini sebagai hadiah, sebuah ketenangan yang tidak dapat diberikan oleh dunia dan masalah tidak dapat mengambilnya.
“But the fruit of the Spirit is love, joy, peace, longsuffering, gentleness, goodness, faith,”Galatians 5:22
What it is
Damai dalam Kitab Suci membawa kepenuhan dari bahasa Ibrani shalom: bukan sekadar jeda dalam pertempuran tetapi kesatuan, kesehatan, dan hubungan yang benar. Ini dimulai dengan damai kepada Allah, karena perang besar jiwa adalah keterasingan kita dari-Nya, dan Kristus telah mengakhirinya dengan salib. Dari pusat yang diperdamaikan itu mengalir damai di dalam, hati yang tidak lagi berperang dengan dirinya sendiri atau didorong oleh ketakutan, dan damai dengan orang lain, kesiapan untuk memperbaiki dan bukan untuk melukai. Ini bukan ketenangan yang rapuh dari kehidupan tanpa masalah. Ini adalah keteguhan yang dalam yang berdiri di tengah masalah, menjaga pikiran karena ia beristirahat pada Allah daripada pada hasil. Ini adalah kekuatan yang tenang, ketenangan dari seseorang yang tahu bahwa badai tidak dapat menjangkau jangkar.
How it grows
Damai tidak dicapai dengan mengendalikan keadaan Anda, yang tidak pernah sepenuhnya bekerja sama. Ia tumbuh saat Anda menyerahkan ketakutan Anda kepada Allah dan mempercayai perawatan-Nya, menukar usaha yang cemas dengan ketergantungan yang tenang. Kitab Suci mengaitkannya dengan doa: bawalah segala sesuatu kepada Allah dengan ucapan syukur, dan damai-Nya, yang melampaui pengertian, menjaga hati Anda. Ia mendalam saat pikiran Anda terfokus pada apa yang benar dan baik daripada mengulang apa yang mungkin salah. Ia juga tumbuh saat Anda berdamai dengan orang lain, menolak perang kecil dari dendam dan pembalasan. Anda tidak dapat memaksakan ketenangan dengan menggenggam lebih keras; itu hanya akan menambah ketegangan. Sebaliknya, lepaskan ke dalam tangan yang sudah memegang segalanya, dan Roh akan menumbuhkan ketenangan yang mantap di mana kecemasan dulu berkuasa.
How you see it in Jesus
Yesus tidur di perahu sementara badai mengancam untuk menenggelamkannya, kemudian bangkit dan menenangkan angin dengan sepatah kata. Ketenangan itu bukanlah keberanian; itu adalah damai dari seorang Putra yang sepenuhnya beristirahat dalam Bapa-Nya. Ia bergerak melalui permusuhan dan tekanan tanpa panik, menolak untuk terburu-buru oleh kerumunan atau terintimidasi oleh ancaman, dan mengarahkan wajah-Nya menuju salib dengan tekad yang mantap. Pada malam Ia dikhianati, Ia berbicara tentang meninggalkan damai-Nya kepada teman-teman-Nya, damai yang tidak seperti apa pun yang dapat ditawarkan dunia. Bahkan sebelum Pilatus, Ia berdiri tanpa goyah. Ia sendiri adalah damai kita, karena oleh darah-Nya Ia memperdamaikan kita dengan Allah dan merobohkan tembok di antara kita. Dalam diri-Nya Anda melihat jiwa yang sepenuhnya tidak terpecah, berada di rumah dalam kehendak Bapa.
Questions people ask
Bagaimana saya bisa memiliki damai ketika hidup saya penuh masalah?
Damai ini bukanlah ketiadaan masalah tetapi keteguhan di dalamnya. Ia datang dari beristirahat pada Allah daripada pada keadaan Anda yang berubah. Secara praktis, bawalah kekhawatiran spesifik kepada-Nya dalam doa dengan ucapan syukur, tolak untuk mengulang yang terburuk berulang kali, dan fokuskan pikiran Anda pada apa yang benar. Masalah mungkin tetap ada, namun penjaga akan menetap di hati Anda yang tidak dapat mereka pecahkan.
Apa perbedaan antara damai dengan Allah dan damai Allah?
Damai dengan Allah adalah akhir dari permusuhan antara Anda dan Dia, yang dijamin sekali untuk selamanya ketika Kristus memperdamaikan Anda dengan salib. Damai Allah adalah ketenangan yang kemudian mengalir ke dalam kehidupan sehari-hari Anda, menjaga hati Anda dari kecemasan. Yang pertama adalah posisi Anda, yang sudah ditetapkan dan tidak berubah; yang kedua adalah pengalaman Anda, yang tumbuh saat Anda belajar untuk mempercayai. Satu adalah akar, yang lainnya adalah buah.