
The fruit of the Spirit
Kesabaran
Kesabaran adalah ketahanan terhadap orang lain, sumbu panjang yang menjaga kasih agar tidak putus. Kata lama ini mengatakannya dengan jelas: kesediaan untuk menderita lama, untuk bersabar dengan kesalahan dan penundaan serta provokasi tanpa marah. Ini tidak berarti berpura-pura tidak ada yang salah. Ini berarti tetap baik dan stabil sementara kesalahan sedang diperbaiki, seperti Allah telah bersabar dengan kita.
“But the fruit of the Spirit is love, joy, peace, longsuffering, gentleness, goodness, faith,”Galatians 5:22
What it is
Kesabaran, kata dalam King James, berarti persis seperti yang terdengar: menderita lama, bersabar selama periode waktu dan provokasi. Di mana dunia berjalan dengan sumbu pendek, buah ini memperpanjangnya. Ini adalah pengekangan yang menahan kemarahan ketika seseorang salah atau mengganggu atau mengecewakan Anda lagi, bukan karena Anda tidak memperhatikan, tetapi karena Anda memilih untuk bertahan daripada membalas. Ini adalah kesabaran yang ditujukan terutama kepada orang lain daripada keadaan, ketidakcegahan untuk marah yang dipuji dalam diri Allah sendiri. Kesabaran bertahan dengan orang yang sulit, penundaan yang menjengkelkan, pelanggaran yang berulang, dan menjaga pintu hubungan tetap terbuka. Ini bukan kelemahan atau pasif; dibutuhkan kekuatan besar untuk menyerap provokasi dan menjawab dengan kasih, berharap dan menunggu orang lain untuk berubah.
How it grows
Anda tidak akan mendapatkan kesabaran dengan menggigit rahang dan menghitung sampai sepuluh selamanya. Ia tumbuh saat Anda menyerap betapa sabarnya Allah terhadap Anda, mengampuni kesalahan yang sama tanpa menghabiskan belas kasihan-Nya. Mengingat daftar panjang kesalahan Anda yang diampuni melembutkan hati Anda terhadap kesalahan orang lain. Roh juga menumbuhkannya melalui orang-orang yang menguji kesabaran Anda; mereka bukanlah penghalang bagi buah tetapi tanah tempat ia tumbuh. Saat Anda terus membawa ketidaknyamanan Anda kepada Allah daripada meluapkannya, Dia menstabilkan hati dan memperpanjang sumbu. Kesabaran tidak diperas keluar oleh kekuatan kehendak. Ia tumbuh dengan tinggal, dengan sering melihat kepada Allah yang lambat untuk marah dan kaya dalam belas kasihan.
How you see it in Jesus
Pertimbangkan betapa banyak yang Yesus tanggung tanpa patah. Ia berjalan selama bertahun-tahun dengan para murid yang salah paham, berdebat tentang kebesaran, dan tertidur ketika Ia sangat membutuhkannya, dan Ia terus mengajar mereka dengan perhatian yang sabar. Ia menanggung kontradiksi dari yang sombong, ketidaksyukuran dari mereka yang Ia sembuhkan, dan ketidakpekaan hati yang tidak mau melihat. Ia dihina dan tidak membalas dengan hinaan, diejek dan tidak menjawab dengan kemarahan. Di salib, pada puncak provokasi, Ia berdoa untuk pengampunan orang-orang yang menyalibkan-Nya. Kesabaran-Nya terhadap orang berdosa bukanlah resignasi tetapi harapan; Ia menderita lama karena Ia tidak mau ada yang binasa. Dalam diri-Nya Anda melihat belas kasihan yang menunggu, menyerap pelanggaran dan menjaga pintu terbuka, sehingga yang bersalah memiliki waktu untuk berbalik dan diselamatkan.
Questions people ask
Apa arti kesabaran dalam Alkitab?
Kesabaran adalah kata dalam King James untuk ketahanan, terutama ketahanan terhadap orang lain. Ini secara harfiah berarti menderita lama, bersabar dengan provokasi, penundaan, dan pelanggaran selama waktu tanpa kehilangan ketenangan. Ini menggambarkan ketidakcegahan Allah untuk marah terhadap kita, dan itu menjadi buah dalam mereka yang tinggal dalam-Nya. Ini bukan toleransi pasif terhadap kejahatan tetapi pengekangan yang aktif dan penuh harapan yang terus mencintai sambil menunggu perubahan.
Apakah bersabar berarti saya harus mentolerir penyalahgunaan atau tidak pernah menetapkan batas?
Tidak. Kesabaran bukanlah izin bagi orang lain untuk menyakiti Anda, dan kasih bisa tegas. Kesabaran menahan kemarahan Anda dan menjaga hati Anda tetap penuh harapan, tetapi tidak mengharuskan Anda tetap dalam bahaya atau mengabaikan kesalahan serius. Anda dapat bertahan dengan pelanggaran sambil tetap berbicara kebenaran, mencari keselamatan, dan menetapkan batas yang bijaksana. Menderita lama adalah tentang kasih kepada orang tersebut, bukan menyerah pada dosa mereka.