
A metaphor of Jesus
Air Hidup
Di sebuah sumur di tengah panas siang, Yesus memberitahu seorang wanita Samaria tentang air yang mengakhiri rasa haus untuk selamanya. Siapa pun yang minum air yang Dia berikan, katanya, tidak akan pernah haus lagi, karena air itu menjadi dalam diri mereka sebuah sumur yang memancar ke dalam kehidupan yang kekal. Dia berbicara tentang rasa haus karena di tanah itu rasa haus tidak pernah jauh.
“But whosoever drinketh of the water that I shall give him shall never thirst; but the water that I shall give him shall be in him a well of water springing up into everlasting life.”John 4:14
The real thing behind it
Di negara yang kering, air adalah kehidupan dan semua orang mengetahuinya. Istilah air hidup memiliki arti yang jelas: air yang mengalir, dari mata air atau aliran, dihargai karena segar dan bergerak, berbeda dengan air diam yang dikumpulkan dalam sebuah penampungan yang bisa menjadi basi atau kotor. Sebuah penampungan menampung air hujan yang tertangkap dari atap dan lereng bukit, berguna tetapi tergantung pada musim dan rentan bocor atau retak. Sebuah sumur seperti yang ada di Sychar menjangkau air tanah dan digali serta dijaga selama generasi. Mengambil air adalah pekerjaan sehari-hari, sering kali pekerjaan wanita, membawa kendi berat dari sumur ke rumah di bawah sinar matahari yang terik. Rasa haus adalah teman yang konstan, dan penampungan yang retak yang kehilangan airnya adalah gambaran kekecewaan pahit yang sudah digunakan oleh para nabi.
What Jesus means by it
Yesus mengambil urusan sehari-hari wanita itu dan berbicara tentang rasa haus yang tidak dapat dijangkau oleh kendi miliknya. Dia datang untuk air sumur dan harus datang lagi besok dan setiap hari setelahnya, karena air biasa hanya memuaskan untuk sementara waktu. Air yang Dia berikan berbeda dalam jenisnya. Itu mengakhiri rasa haus yang berulang dan tidak duduk di dalam diri Anda sebagai wadah untuk diambil, tetapi menjadi mata air di dalam diri Anda, memancar dengan sendirinya ke dalam kehidupan yang kekal. Dia berarti pemberian Roh dan kehidupan Tuhan, sumber batin yang tidak lagi bergantung pada kembali ke sumur luar. Rasa haus manusia yang dalam yang sebenarnya dia bawa, untuk cinta, untuk makna, untuk Tuhan, adalah rasa haus yang Dia tawarkan untuk dipuaskan dari akarnya.
How it reveals Christ
Para nabi menuduh Israel meninggalkan mata air air hidup untuk menggali penampungan yang retak yang tidak menampung apa-apa. Yesus mempersembahkan diri-Nya sebagai mata air yang ditinggalkan itu, akhirnya mendekat. Dia tidak hanya menunjuk kepada air hidup, Dia memberikannya, dan kemudian Dia berdiri dan berseru bahwa siapa pun yang haus harus datang kepada-Nya dan minum, menjanjikan sungai air hidup, yang dijelaskan Yohanes sebagai Roh. Dia adalah mata air yang tidak pernah kering dan sumber yang memuaskan dari dalam. Di kayu salib, Dia sendiri akan berkata, 'Aku haus,' mengambil kekeringan dunia yang kering ke atas diri-Nya sehingga dari-Nya sebuah mata air kehidupan dapat mengalir kepada semua yang datang. Di dalam Dia, rasa sakit yang tidak dapat dipenuhi oleh sumur lain akhirnya menemukan padanannya.
Questions people ask
apa itu air hidup yang Yesus tawarkan kepada wanita Samaria
Air hidup pertama-tama berarti air segar yang mengalir, dihargai dibandingkan dengan air basi dari penampungan. Yesus mengangkat istilah itu untuk berbicara tentang kehidupan Tuhan dan pemberian Roh. Berbeda dengan air sumur yang membuat Anda haus lagi besok, air-Nya menjadi mata air di dalam seseorang, memancar ke dalam kehidupan yang kekal dan memuaskan rasa haus yang dalam dari jiwa pada akarnya.
mengapa mereka yang minum air hidup tidak akan pernah haus lagi
Karena pemberian itu bukanlah wadah untuk diambil tetapi sumber. Air biasa memuaskan untuk sementara dan harus diambil lagi, tetapi air yang Yesus berikan menjadi mata air batin, memancar dengan sendirinya ke dalam kehidupan yang kekal. Itu mengakhiri rasa haus yang berulang dari jiwa dengan menempatkan kehidupan Tuhan itu sendiri di dalam diri orang yang minum.